ARTIKEL BERITA

Sirup Limun Gading


Sirup Limun Gading ”Dwi Putra”

SIRUP Limun bikinan Syamsi (49) merupakan produkhome industry legendaris dari Kecamatan Gading tepat di Dusun Prasi Selatan. Selama hampir 10 tahun, sirup limun ini menjadi “kekhasan” tersendiri bagi warga gading dan sekitarnya maupun pelancong yang sedang singgah di kota itu. Hambar rasanya jika telah mengunjungi Gading, tapi belum membawa buah tangan sirup limun bikinan Syamsi.

Menilik jauh ke belakang, sekitar tahun 2001 Syamsi yang mewarisi usaha perusahaan Limun “Dwi Putra” dari keluarganya Syamsi merasakan segarnya bermacam buah yang banyak terdapat di sekitar tempat tinggalnya . Tiba-tiba terpikir olehnya
untuk meracik aneka buah yang berasa manis, segar itu untuk dijadikan bahan dasar pembuatan sirup yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Pemikirannya saat itu, buah tersebut bisa terus segar meski disimpan berhari-hari.

Meskipun perusahan Syamsi telah berusia 10 tahun lebih dan nama sirup limun ”Dwi Putra” sudah terkenal luas, tidak membuat perusahan itu melebarkan usahanya ke daerah lain. Hingga saat ini, sirup khas ini hanya bisa didapatkan di Kecamatan Gading dan daerah Probolinggo sekitarnya.

09.39 | Posted in , , | Read More »

Sirup Limun Gading


Sirup Limun Gading ”Dwi Putra”

SIRUP Limun bikinan Syamsi (49) merupakan produkhome industry legendaris dari Kecamatan Gading tepat di Dusun Prasi Selatan. Selama hampir 10 tahun, sirup limun ini menjadi “kekhasan” tersendiri bagi warga gading dan sekitarnya maupun pelancong yang sedang singgah di kota itu. Hambar rasanya jika telah mengunjungi Gading, tapi belum membawa buah tangan sirup limun bikinan Syamsi.

Menilik jauh ke belakang, sekitar tahun 2001 Syamsi yang mewarisi usaha perusahaan Limun “Dwi Putra” dari keluarganya Syamsi merasakan segarnya bermacam buah yang banyak terdapat di sekitar tempat tinggalnya . Tiba-tiba terpikir olehnya
untuk meracik aneka buah yang berasa manis, segar itu untuk dijadikan bahan dasar pembuatan sirup yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Pemikirannya saat itu, buah tersebut bisa terus segar meski disimpan berhari-hari.

Meskipun perusahan Syamsi telah berusia 10 tahun lebih dan nama sirup limun ”Dwi Putra” sudah terkenal luas, tidak membuat perusahan itu melebarkan usahanya ke daerah lain. Hingga saat ini, sirup khas ini hanya bisa didapatkan di Kecamatan Gading dan daerah Probolinggo sekitarnya.

09.39 | Posted in , , | Read More »

SEGARNYA LIMUNNYA ROHMA


Mantan Supervisor, pernah Bisnis Kain dan Jamu Berbagai usaha telah dilakoni Rohman, 39. Menjadi TKI, berjualan kain dan meracik jamu telah dicobanya. Namun toh, semuanya tak berujung untung. Nasib baik mulai tampak berpihak kepadanya baru pada tahun 2001 lalu. Saat ia mulai menekuni usaha membuat limun dan sirup di rumahnya. Ikuti cerita suksesnya.

Sementara itu Rohman, sang pemilik perusahaan tampak asyik menerima telepon yang rupanya berasal dari salah seorang pelanggan produknya. Yang menarik, jika telepon dari pelanggan itu berhubungan dengan rencana pemesanan, Rohman selalu mengganti biayanya. "Hanya sekedar mengganti ongkos ke wartel," tukasnya merendah.
Meski sepele, Rohman mengaku kebijakan mengganti uang telepon pelanggan yang menghubunginya sangat efektif. Sebab, pelanggan tidak akan keberatan menelepon dirinya untuk memesan barang. Dan, tentu saja meningkatkan jumlah pesanan langganan kepadanya.

Rohman mengaku, sebenarnya di daerah Kecamatan Paiton dan

sekitarnya dirinya tidak sendirian. Ada beberapa pengusaha minuman limun lain yang menjadi pesaingnya. "Alhamdulillah, adanya pesaing tidak membuat pemesanan terhadap produk saya berkurang. Bahkan sehari-hari para pegawai masih sering kewalahan memenuhi pesanan pelanggan," ujarnya.

Dengan harga Rp 7800/krat (di pasaran rata-rata dijual Rp 325/botol), perusahaan Rohman mampu menjual hingga 80 krat per hari. Dengan hitungan tiap krat terdiri dari 24 botol minuman.

"Lima orang tenaga pemasaran berkeliling menjajakan produk ke warung-warung di desa-desa. Ada juga langganan yang langsung memesan produk dengan cara menelepon ke sini," ujar laki-laki kelahiran Keras, Kediri 9 Nopember 1967 ini.
Berkah menekuni usaha pembuatan minuman limun itu tak hanya berefek pada kehidupan ekonomi keluaganya yang semakin membaik. Saat ini, Rohman juga mampu menggaji 9 orang karyawan yang dipekerjakannya. "Alhamdulillah. Doakan saja akan semakin berkembang. Saya bersyukur sudah bisa seperti ini," pintanya kepada Radar Bromo yang mendatangi pabriknya di Desa Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dua hari lalu.

Meski sudah terbilang lumayan, Rohman mengaku tidak akan bisa melupakan perjalanan hidupnya meniti sukses seperti sekarang. "Tidak tiba-tiba seperti ini. Ada proses yang panjang

sampai akhirnya saya memutuskan bisnis minuman limun di sini," ujarnya.
Rohman bercerita, dulu saat masih muda, ia sempat menjajal diri menjadi TKI di Riyadh Arab Saudi. Hanya dua tahun, akhirnya ia tak kerasan dan memutuskan pulang kembali ke tanah air. "Waktu itu pertimbangannya saya merasa sudah tua dan ingin menikah," katanya. Tak lama sesampai di tanah air, Rohman menyunting Lilik Suryani, gadis asal Blitar yang hingga kini menjadi istrinya.

Sepulang dari Arab, Rohman sempat bekerja sebagai karyawan sebuah pabrik plastik. Posisi sebagai supervisor di pabrik tersebut ternyata tak membuatnya puas. Buktinya Rohman memilih keluar.

Ia lebih memilih berdikari melakukan bisnis dan menjajal berbagai usaha untuk menghidupi keluarganya. Petualangan pertamanya di dunia niaga dilakoninya sebagai pengusaha angkutan. Namun itu hanya berjalan beberapa tahun saja.
Merasa usaha itu tak cocok dengan peruntungannya, Rohman pun berbelok menekuni usaha dagang kain. Namun, lagi-lagi usaha itu tak cukup mengundang laba ke kantongnya. "Kain tak pernah bisa habis total. Sebab selera pasar sangat dipengaruhi oleh tren yang terus berkembang," tegasnya.

Gagal di kain, Rohman mencoba berjualan jamu sebagai usaha berikutnya. Entah karena apa, usaha itupun juga gagal. Gagal di


berjualan kain, jamu dan angkutan tak membuat bapak dua anak ini patah arang.
Sampai akhirnya muncul ide membuat usaha minuman limun. "Awalnya saya sering melihat di warung-warung. Para pemilik warung mengaku bahwa mereka sering kehabisan stok. Padahal peminatnya banyak. Saya berpikir akan sangat menguntungkan, kalau seandainya saya menangkap peluang itu," kenangnya.

Dengan tekad bulat, Rohman akhirnya memilih jenis usaha minuman itu sebagai pilihannya. Tak main-main, ia sempat menjalani kursus singkat membuat limun berbiaya tinggi. "Kursusnya Rp 1 juta untuk dua jam. Saya ikut di Blitar pada 2001 lalu," ujarnya.

Hasilnya mengagumkan. Ia pun menguasai teknis membuat limun dalam enam rasa. Ia bisa mengolah air putih yang disaring, lalu dicampur dengan sejumlah zat kimia menjadi minuman berkarbonase dalam rasa nanas, strawberi, kopi, mocca, jambu biji, jeruk dan leci.

Kemahiran dan teknik saja ternyata tidak cukup. Rohman harus merayu istrinya agar merelakan kalung miliknya dijual untuk modal. Dan, barangkali sudah sesuai garis tangannya bisnis minuman itupun berhasil sampai sekarang. Perusahaannya juga sudah terdaftar di Departemen Kesehatan Pusat.


"Awalnya saya memasarkan sendiri dengan menggunakan satu motor. Lalu berkembang menjadi dua motor. Berkembang lagi sekarang saya memiliki Tossa dan lima orang karyawan bagian pemasaran," ujarnya dengan muka berbinar

11.25 | Posted in , , | Read More »

SEGARNYA LIMUNNYA ROHMA


Mantan Supervisor, pernah Bisnis Kain dan Jamu Berbagai usaha telah dilakoni Rohman, 39. Menjadi TKI, berjualan kain dan meracik jamu telah dicobanya. Namun toh, semuanya tak berujung untung. Nasib baik mulai tampak berpihak kepadanya baru pada tahun 2001 lalu. Saat ia mulai menekuni usaha membuat limun dan sirup di rumahnya. Ikuti cerita suksesnya.

Sementara itu Rohman, sang pemilik perusahaan tampak asyik menerima telepon yang rupanya berasal dari salah seorang pelanggan produknya. Yang menarik, jika telepon dari pelanggan itu berhubungan dengan rencana pemesanan, Rohman selalu mengganti biayanya. "Hanya sekedar mengganti ongkos ke wartel," tukasnya merendah.
Meski sepele, Rohman mengaku kebijakan mengganti uang telepon pelanggan yang menghubunginya sangat efektif. Sebab, pelanggan tidak akan keberatan menelepon dirinya untuk memesan barang. Dan, tentu saja meningkatkan jumlah pesanan langganan kepadanya.

Rohman mengaku, sebenarnya di daerah Kecamatan Paiton dan

sekitarnya dirinya tidak sendirian. Ada beberapa pengusaha minuman limun lain yang menjadi pesaingnya. "Alhamdulillah, adanya pesaing tidak membuat pemesanan terhadap produk saya berkurang. Bahkan sehari-hari para pegawai masih sering kewalahan memenuhi pesanan pelanggan," ujarnya.

Dengan harga Rp 7800/krat (di pasaran rata-rata dijual Rp 325/botol), perusahaan Rohman mampu menjual hingga 80 krat per hari. Dengan hitungan tiap krat terdiri dari 24 botol minuman.

"Lima orang tenaga pemasaran berkeliling menjajakan produk ke warung-warung di desa-desa. Ada juga langganan yang langsung memesan produk dengan cara menelepon ke sini," ujar laki-laki kelahiran Keras, Kediri 9 Nopember 1967 ini.
Berkah menekuni usaha pembuatan minuman limun itu tak hanya berefek pada kehidupan ekonomi keluaganya yang semakin membaik. Saat ini, Rohman juga mampu menggaji 9 orang karyawan yang dipekerjakannya. "Alhamdulillah. Doakan saja akan semakin berkembang. Saya bersyukur sudah bisa seperti ini," pintanya kepada Radar Bromo yang mendatangi pabriknya di Desa Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dua hari lalu.

Meski sudah terbilang lumayan, Rohman mengaku tidak akan bisa melupakan perjalanan hidupnya meniti sukses seperti sekarang. "Tidak tiba-tiba seperti ini. Ada proses yang panjang

sampai akhirnya saya memutuskan bisnis minuman limun di sini," ujarnya.
Rohman bercerita, dulu saat masih muda, ia sempat menjajal diri menjadi TKI di Riyadh Arab Saudi. Hanya dua tahun, akhirnya ia tak kerasan dan memutuskan pulang kembali ke tanah air. "Waktu itu pertimbangannya saya merasa sudah tua dan ingin menikah," katanya. Tak lama sesampai di tanah air, Rohman menyunting Lilik Suryani, gadis asal Blitar yang hingga kini menjadi istrinya.

Sepulang dari Arab, Rohman sempat bekerja sebagai karyawan sebuah pabrik plastik. Posisi sebagai supervisor di pabrik tersebut ternyata tak membuatnya puas. Buktinya Rohman memilih keluar.

Ia lebih memilih berdikari melakukan bisnis dan menjajal berbagai usaha untuk menghidupi keluarganya. Petualangan pertamanya di dunia niaga dilakoninya sebagai pengusaha angkutan. Namun itu hanya berjalan beberapa tahun saja.
Merasa usaha itu tak cocok dengan peruntungannya, Rohman pun berbelok menekuni usaha dagang kain. Namun, lagi-lagi usaha itu tak cukup mengundang laba ke kantongnya. "Kain tak pernah bisa habis total. Sebab selera pasar sangat dipengaruhi oleh tren yang terus berkembang," tegasnya.

Gagal di kain, Rohman mencoba berjualan jamu sebagai usaha berikutnya. Entah karena apa, usaha itupun juga gagal. Gagal di


berjualan kain, jamu dan angkutan tak membuat bapak dua anak ini patah arang.
Sampai akhirnya muncul ide membuat usaha minuman limun. "Awalnya saya sering melihat di warung-warung. Para pemilik warung mengaku bahwa mereka sering kehabisan stok. Padahal peminatnya banyak. Saya berpikir akan sangat menguntungkan, kalau seandainya saya menangkap peluang itu," kenangnya.

Dengan tekad bulat, Rohman akhirnya memilih jenis usaha minuman itu sebagai pilihannya. Tak main-main, ia sempat menjalani kursus singkat membuat limun berbiaya tinggi. "Kursusnya Rp 1 juta untuk dua jam. Saya ikut di Blitar pada 2001 lalu," ujarnya.

Hasilnya mengagumkan. Ia pun menguasai teknis membuat limun dalam enam rasa. Ia bisa mengolah air putih yang disaring, lalu dicampur dengan sejumlah zat kimia menjadi minuman berkarbonase dalam rasa nanas, strawberi, kopi, mocca, jambu biji, jeruk dan leci.

Kemahiran dan teknik saja ternyata tidak cukup. Rohman harus merayu istrinya agar merelakan kalung miliknya dijual untuk modal. Dan, barangkali sudah sesuai garis tangannya bisnis minuman itupun berhasil sampai sekarang. Perusahaannya juga sudah terdaftar di Departemen Kesehatan Pusat.


"Awalnya saya memasarkan sendiri dengan menggunakan satu motor. Lalu berkembang menjadi dua motor. Berkembang lagi sekarang saya memiliki Tossa dan lima orang karyawan bagian pemasaran," ujarnya dengan muka berbinar

11.25 | Posted in , , | Read More »

Buah Mangga

Sukses mengelola buah mangga

Produk usaha kecil yang dilakoni Ibu Lilik (59) tergolong sukses dan mandiri, berawal dari hobi menanam tanaman disekitar rumahnya dan didorong keinginan untuk memperkerjakan masyarakat disekitar lingkungannya, Ibu Lilik memberanikan diri untuk memanfaatkan tanaman di pekarangannya.

Awalnya usaha yang dirintis sejak lima tahun lalu masih mengandalkan tenaga tradisional kini setelah sukses mengembangkan usahanya ibu Lilik sudah mempunyai peralatan modern bantuan dari Pemerintah kabupaten Probolinggo.
ide untuk membuat sirup mangga ini didasari karena banyak konsumen dari luar daerah bila berkunjung ke Probolinggo hanya membeli mangga dan anggur, tetapi bisa membeli oleh – oleh yang khas dengan buah mangga, untuk itu Ibu Lilik mengembangkan sirup mangga seperti sirup apel yang ada di batu.

Sirup mangga Ibu Lilik tergolong baru, karena di Probolinggo tidak ada pelaku usaha yang mengembangkan sirup ini ” maklum untuk memproduksi sirup mangga tidak setiap waktu tergantung musim mangga ” ujar Ibu Lilik
Sirup mangga yang diproduksi Ibu Lilik dikemas dalam botol plastik 600 ml dengan kombinasi warna khas kuning mangga , kemasan ini lebih menarik dan mudah dibawa.
Selain mengembangkan sirup mangga, ibu Lilik juga mengembangkan usaha manisan mangga, dodol mangga, selai mangga, rengginang dan kue kering.


Tidak puas mengembangkan aneka olahan mangga, Ibu Lilik juga mengembangkan potensi laut, yang dikemas dalam bentuk dendeng ikan.



Bagi Ibu Lilik mengembangkan usaha hasil produk dari probolinggo merupakan kebanggan tersendiri, betapa tidak dengan usahanya ini Ibu Lilik dikenal di seluruh kabupaten dan Kota Probolinggo, bahkan Pemerintah Daerah untuk melengkapi parsel lebaran dilengkapi produk dari Ibu Lilik





00.30 | Posted in , , | Read More »

Buah Mangga

Sukses mengelola buah mangga

Produk usaha kecil yang dilakoni Ibu Lilik (59) tergolong sukses dan mandiri, berawal dari hobi menanam tanaman disekitar rumahnya dan didorong keinginan untuk memperkerjakan masyarakat disekitar lingkungannya, Ibu Lilik memberanikan diri untuk memanfaatkan tanaman di pekarangannya.

Awalnya usaha yang dirintis sejak lima tahun lalu masih mengandalkan tenaga tradisional kini setelah sukses mengembangkan usahanya ibu Lilik sudah mempunyai peralatan modern bantuan dari Pemerintah kabupaten Probolinggo.
ide untuk membuat sirup mangga ini didasari karena banyak konsumen dari luar daerah bila berkunjung ke Probolinggo hanya membeli mangga dan anggur, tetapi bisa membeli oleh – oleh yang khas dengan buah mangga, untuk itu Ibu Lilik mengembangkan sirup mangga seperti sirup apel yang ada di batu.

Sirup mangga Ibu Lilik tergolong baru, karena di Probolinggo tidak ada pelaku usaha yang mengembangkan sirup ini ” maklum untuk memproduksi sirup mangga tidak setiap waktu tergantung musim mangga ” ujar Ibu Lilik
Sirup mangga yang diproduksi Ibu Lilik dikemas dalam botol plastik 600 ml dengan kombinasi warna khas kuning mangga , kemasan ini lebih menarik dan mudah dibawa.
Selain mengembangkan sirup mangga, ibu Lilik juga mengembangkan usaha manisan mangga, dodol mangga, selai mangga, rengginang dan kue kering.


Tidak puas mengembangkan aneka olahan mangga, Ibu Lilik juga mengembangkan potensi laut, yang dikemas dalam bentuk dendeng ikan.



Bagi Ibu Lilik mengembangkan usaha hasil produk dari probolinggo merupakan kebanggan tersendiri, betapa tidak dengan usahanya ini Ibu Lilik dikenal di seluruh kabupaten dan Kota Probolinggo, bahkan Pemerintah Daerah untuk melengkapi parsel lebaran dilengkapi produk dari Ibu Lilik





00.30 | Posted in , | Read More »

Lebah madu

Manisnya Beternak Lebah Madu



Semanis produk yang dihasilkannya, usaha beternak lebah madu juga menjanjikan nilai ekonomi tinggi bagi peternaknya. Penuturan pengusaha ternak lebah, Djanto Pria 54 tahun asal Lumbang Probolinggo , sekali panen madu selama enam bulan musim produktif sebanyak 30-40 kg. Sementara jika kotak susun satu, madu yang dihasilkan hanya 10-15 kg. Jika memiliki 100 kotak super, berarti dalam satu musim produktif dia mampu menghasilkan 3 sampai 4 ton madu.

Harga madu bervariasi tergantung jenisnya. Di Probolinggo sendiri jenis yang banyak dibiakkan adalah Apis cerana dan Apis mellifera. Dengan harga pasaran madu asli per botol ukuran 900 ml Rp 50.000-Rp80.000, bisa dihitung berapa pendapatan. Belum lagi jika dicampur royal jelly dan pollenyang berkhasiat untuk obat, harganya bisa naik hingga dua kali lipat.


Investasi yang diperlukan untuk memulai bisnis yang satu ini juga bisa dimulai dari skala kecil. Masih menurut Djanto, satu kotak lebah madu yang berisi empat sisir (sarang) berharga Rp400.000. Satu kotak berisi satu ratu lebah dan 10.000 lebah pekerja. Dan akan masuk kategori produktif jika bersusun minimal dua kotak
Awalnya Djanto tidak tertarik dengan bisnis du ini, jika dilihat dari prospek kedepan saya lebih baik menekuni





bidang pertanian seperti tanam kapuk, padi dan beternak sapi, akan tetapi lambat laun usaha madunya banyak diminati, bahkan sampai ke Jakarta, tidak heran bila Djanto akhirnya mengandalkan madu sebagai penopang kehidupannya.

Ada beberapa jenis madu yang diramu Djanto ayah satu putra ini, seperti madu royal jelley, Honey Camp dan beefolent (tepung madu) dari berbagai jenis madu ada jenis madu yang paling diminati konsumennnya yaitu jenis ”randu” yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, dan nafsu makan.

Dari bernisnis madu ini Djanto mampu menyekolahkan putranya hingga menjadi dokter muda.

Bagi Djanto ia mempunyai prinsip bekerja untuk berkarya artinya dalam menciptakan pekerjaan ia mampu berkarya sehingga dapat mengangkat para pekerja disekitar lingkungannya.



23.54 | Posted in , , | Read More »

Lebah madu

Manisnya Beternak Lebah Madu



Semanis produk yang dihasilkannya, usaha beternak lebah madu juga menjanjikan nilai ekonomi tinggi bagi peternaknya. Penuturan pengusaha ternak lebah, Djanto Pria 54 tahun asal Lumbang Probolinggo , sekali panen madu selama enam bulan musim produktif sebanyak 30-40 kg. Sementara jika kotak susun satu, madu yang dihasilkan hanya 10-15 kg. Jika memiliki 100 kotak super, berarti dalam satu musim produktif dia mampu menghasilkan 3 sampai 4 ton madu.

Harga madu bervariasi tergantung jenisnya. Di Probolinggo sendiri jenis yang banyak dibiakkan adalah Apis cerana dan Apis mellifera. Dengan harga pasaran madu asli per botol ukuran 900 ml Rp 50.000-Rp80.000, bisa dihitung berapa pendapatan. Belum lagi jika dicampur royal jelly dan pollenyang berkhasiat untuk obat, harganya bisa naik hingga dua kali lipat.


Investasi yang diperlukan untuk memulai bisnis yang satu ini juga bisa dimulai dari skala kecil. Masih menurut Djanto, satu kotak lebah madu yang berisi empat sisir (sarang) berharga Rp400.000. Satu kotak berisi satu ratu lebah dan 10.000 lebah pekerja. Dan akan masuk kategori produktif jika bersusun minimal dua kotak
Awalnya Djanto tidak tertarik dengan bisnis du ini, jika dilihat dari prospek kedepan saya lebih baik menekuni





bidang pertanian seperti tanam kapuk, padi dan beternak sapi, akan tetapi lambat laun usaha madunya banyak diminati, bahkan sampai ke Jakarta, tidak heran bila Djanto akhirnya mengandalkan madu sebagai penopang kehidupannya.

Ada beberapa jenis madu yang diramu Djanto ayah satu putra ini, seperti madu royal jelley, Honey Camp dan beefolent (tepung madu) dari berbagai jenis madu ada jenis madu yang paling diminati konsumennnya yaitu jenis ”randu” yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, dan nafsu makan.

Dari bernisnis madu ini Djanto mampu menyekolahkan putranya hingga menjadi dokter muda.

Bagi Djanto ia mempunyai prinsip bekerja untuk berkarya artinya dalam menciptakan pekerjaan ia mampu berkarya sehingga dapat mengangkat para pekerja disekitar lingkungannya.



23.54 | Posted in , | Read More »

Wedang Pokak/Minuman Pokak


Tak hanya nyaman di tenggorokan, minuman yang berbahan alami dari daun serei dan cengkih ini akan membuat badan terasa lebih hangat.Wedang Pokak, penampilannya cukup sederhana. Mirip seduhan wedang jahe pada umumnya. Dari aromanya, kita akan langsung tertarik dengan dedaunan rempah alami yang terkandung di dalam minuman ini.

Warna air pada minuman identik cokelat cerah, yang berasal dari air seduhan gula batu. Sedangkan bau harum muncul dari aroma daun pandan. Rasa hangat dan pedas berasal dari campuran daun serei dan serutan kayu cengkih, yang diolah menjadi satu dalam air yang mendidih.

Manfaat racikan berbagai rempah inilah, yang membuat wedang pokak ini bisa dianggap ampuh berkhasiat menjaga kesehatan


tubuh. Terutama bagi kita yang berada di cuaca dingin, atau bahkan bisa juga menikmati wedang ini setelah lelah berolah raga atau setelah lelah beraktivitas seharia
Wedang pokak ini banyak ditemui di Kabupaten Probolinggo terutama didaerah Sukapura dan Leces, adalah ibu Sukesi si pembuat ide wedang pokak asal Sukapura, usaha yang dirintis sejak lima tahun mampu menyesejahterakan masyarakat sekitarnya
Ibu Sukesi tidak hanya memproduksi minuman pokak, tapi sekaligus memasarkan ke berbagai daerah sekaligus mempromosikan wedang asli sukapura

15.25 | Posted in , , | Read More »

Wedang Pokak/Minuman Pokak


Tak hanya nyaman di tenggorokan, minuman yang berbahan alami dari daun serei dan cengkih ini akan membuat badan terasa lebih hangat.Wedang Pokak, penampilannya cukup sederhana. Mirip seduhan wedang jahe pada umumnya. Dari aromanya, kita akan langsung tertarik dengan dedaunan rempah alami yang terkandung di dalam minuman ini.

Warna air pada minuman identik cokelat cerah, yang berasal dari air seduhan gula batu. Sedangkan bau harum muncul dari aroma daun pandan. Rasa hangat dan pedas berasal dari campuran daun serei dan serutan kayu cengkih, yang diolah menjadi satu dalam air yang mendidih.

Manfaat racikan berbagai rempah inilah, yang membuat wedang pokak ini bisa dianggap ampuh berkhasiat menjaga kesehatan


tubuh. Terutama bagi kita yang berada di cuaca dingin, atau bahkan bisa juga menikmati wedang ini setelah lelah berolah raga atau setelah lelah beraktivitas seharia
Wedang pokak ini banyak ditemui di Kabupaten Probolinggo terutama didaerah Sukapura dan Leces, adalah ibu Sukesi si pembuat ide wedang pokak asal Sukapura, usaha yang dirintis sejak lima tahun mampu menyesejahterakan masyarakat sekitarnya
Ibu Sukesi tidak hanya memproduksi minuman pokak, tapi sekaligus memasarkan ke berbagai daerah sekaligus mempromosikan wedang asli sukapura

15.25 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added