
Bagi Lita Eka Budiyati mengeluti usaha asesories busana muslim merupakan pilihan hidupnya, sejak mengeluti usaha 24 tahun yang lalu usahanya tetap eksis dan makin diminati banyak kalangan terutama kalangan muslim, produk yang dihasilkan aneka macam koleksi mulai dari jilbab moder, sulam pita,gantungan kunci, tempat hp fan dompet, seni sulam yang dihasilkan sangan unik dan khas, Lita menyesuaikan dengan perkembangan mode dan trend selera kunsumen masa kini.
Lebih banyak menampilkan sentuhan muslim produksinya malah banyak diminati, apalagi di Kabupaten Probolinggo adalah kota santri yang mempunyai banyak pondok pesantren, konsumen inilah banyak dibidik oleh Ibu Lita. Menempati ruangan 5 x 6 meter di samping rumahnya. Lita mempekerjakan 5 sampai 10 orang untuk megehasilkan berbagai bentuk koleksinya yang kemudian dilempar kepasaran, berkat tangan dingin Bu Lita Coleksinya makin dimintai ibu-ibu dan anak muda terutama kaum muslim, tidak jarang ia sampai kualahan menerima order dari berbgai kalangan.

Kesuksesan Ibu Lita bukanlah hal yang mudah, dengan banyak para pelaku yang menekuni bisnis ini, ia melakukan berbagai terobosan inovasi untuk memperbaruhi koleksinya, mulai dari sentuhan modern hingga sentuhan klasik , kalau tidak mempunyai terobasan yang baru tentu bagi Ibu Lita ia akan kalah dengan pengusaha lain.
09.00 |
Posted in
bordir,
UKM
|
Read More »

Bagi Lita Eka Budiyati mengeluti usaha asesories busana muslim merupakan pilihan hidupnya, sejak mengeluti usaha 24 tahun yang lalu usahanya tetap eksis dan makin diminati banyak kalangan terutama kalangan muslim, produk yang dihasilkan aneka macam koleksi mulai dari jilbab moder, sulam pita,gantungan kunci, tempat hp fan dompet, seni sulam yang dihasilkan sangan unik dan khas, Lita menyesuaikan dengan perkembangan mode dan trend selera kunsumen masa kini.
Lebih banyak menampilkan sentuhan muslim produksinya malah banyak diminati, apalagi di Kabupaten Probolinggo adalah kota santri yang mempunyai banyak pondok pesantren, konsumen inilah banyak dibidik oleh Ibu Lita. Menempati ruangan 5 x 6 meter di samping rumahnya. Lita mempekerjakan 5 sampai 10 orang untuk megehasilkan berbagai bentuk koleksinya yang kemudian dilempar kepasaran, berkat tangan dingin Bu Lita Coleksinya makin dimintai ibu-ibu dan anak muda terutama kaum muslim, tidak jarang ia sampai kualahan menerima order dari berbgai kalangan.

Kesuksesan Ibu Lita bukanlah hal yang mudah, dengan banyak para pelaku yang menekuni bisnis ini, ia melakukan berbagai terobosan inovasi untuk memperbaruhi koleksinya, mulai dari sentuhan modern hingga sentuhan klasik , kalau tidak mempunyai terobasan yang baru tentu bagi Ibu Lita ia akan kalah dengan pengusaha lain.
09.00 |
Posted in
bordir,
profile UKM
|
Read More »
PROSPEK CERAH SEKTOR USAHA UNGGULAN KERAJINAN BORDIRKerajinan bordir merupakan salah satu sektor usaha unggulan yang dapat menopang peningkatan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Kerajinan bordir juga terbukti mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya pengusaha yang berhasil dalam usaha kerajinan bordir adalah Bapak Moch. Anwar
Usaha ini dilakoni Bapak Moch. Anwar, pemilik Busana Indah Bordir sejak tahun 1987. Namun usahanya sekarang telah berkembang. Dari hanya mempunyai 1 buah mesin jahit, sekarang menjandi lebih dari 10 buah mesin jahit, dengan beberapa karyawan.
Punya Keunggulan Tersendiri
Dalam ruangan berukuran sekitar 2 x 5 m inilah usaha Busana Indah Bordir dibuat. Bordir lebih mengkhususkan dibidang garmen. Produk yang dihasilkan berupa baju-baju dengan bordir yang khas.
Konsumen akan dapat langsung melihat keunikan motif bordir yang menempel pada baju-baju yang dihasilkan dari Busana Indah Bordir . Motifnya yang klasik hampir seperti motif batik tulis menjadi keunggulan Busana Indah Bordir untuk bersaing dengan kompetitor yang lain.
Busana Indah Bordir memang belum lama beralih ke motif klasik ini, namun demi memenuhi keinginan pasar yang terus berkembang pilihan untuk menemukan satu inovasi yang baru harus terus berkembang.
“Inovasi untuk desain itu harus selalu berjalan bahkan berlari mbak,” ungkap Moch. Anwar. Bahan baku pokok untuk usahanya ini dibelinya dari satu pabrik di Jogja dan Surabaya sedangkan bahan kombinasi hanya dibelinya dipasar terdekat.
Produk dari Busana Indah Bordir sangatlah terjangkau, rata rata berkisar antara 80 ribu rupiah. Saat ini Anwar mengakui sedang kekurangan sumber daya manusia yang terampil, namun usahanya tetap berjalan seperti biasanya.
Prospek Pasar.
Pecinta Busana Indah Bordir memang barulah domestik saja, selain memenuhi pasar Probolinggo kebanyakan produknya lari ke Lumajang, Pasuruan dan ada beberapa diantaranya ke Surabaya, bahkan Jember. Busana Indah Bordir bekerja memang bedasarkan dari pesanan yang ada selain menyediakan stok untuk gerai kecil didalam rumah Pak Anwar sendiri.
Karena memang sudah sangat lama usaha dibidang ini Busana Indah Bordir mempunyai banyak kolega yang biasa memesan produknya untuk dipasarkan, walaupun diakui bapak yang selalu murah senyum ini sangatlah banyak usaha yang bergerak dibidang yang sama dengan yang dilakoninya tersebut.
Omzet penjualan bisa mencapai 10 juta rupiah dalam sebulan. Untuk para karyawannya, Pak Anwar memberi upah sesuai dengan bagian kerja yang mereka lakukan yakni antara 15.000 sampai 25.000 per harinya dan jika banyak pesanan sistem upah borongan.
Jenis produk bordir bermacam-macam satu diantaranya adalah pakaian. Permintaan produk bordir berupa pakaian senantiasa mengalami peningkatan terutama menjelang perayaan hari besar umat Islam yaitu pada Idul Fitri dan Idul Adha.
Permintaan produk bordir lainnya relatif stabil tidak terlalu terpengaruh dengan hari-hari besar Islam. Produk-produk dimaksud seperti louper, bedcover, penunjang alat makan dan lain-lain. Sebagian besar produk bordir ditujukan untuk memenuhi permintaan konsumen luar negeri, hanya 40% produksi bordir yang ditujukan untuk konsumen dalam negeri.
Tahap Perkerjaan Kerajinan Bordir
Tahap pekerjaan secara garis besar dibagi menjadi 10 macam :
1.Menyediakan dan menyiapkan alat-alat yang diperlukan.
2.Menyiapkan dan membuat desain motif.
3. Memindah atau menjiplak desain motif pada kain yang hendak dibordir.
4. Memasang kain yang sudah diberi motif pada ring.
5. Memilih, menentukan dan memasang benang bordir pada mesin bordir.
6. Menyiapkan, memeriksa dan menggerakkan mesin bordir yang hendak kita pakai.
7.Membuat bordiran sesuai dengan motif pada kain.
8. Membuat krawang dengan alat solder apabila krawang tidak dibuat langsung dengan mesin bordir.
9. Membersihkan sisa-sisa benang bordir yang melekat dibalik permukaan kain yang sudah dibordir.
10. Menyetrika hasil bordiran agar kelihatan bagus
10.19 |
Posted in
bordir,
Profile,
UKM
|
Read More »
PROSPEK CERAH SEKTOR USAHA UNGGULAN KERAJINAN BORDIRKerajinan bordir merupakan salah satu sektor usaha unggulan yang dapat menopang peningkatan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Kerajinan bordir juga terbukti mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya pengusaha yang berhasil dalam usaha kerajinan bordir adalah Bapak Moch. Anwar
Usaha ini dilakoni Bapak Moch. Anwar, pemilik Busana Indah Bordir sejak tahun 1987. Namun usahanya sekarang telah berkembang. Dari hanya mempunyai 1 buah mesin jahit, sekarang menjandi lebih dari 10 buah mesin jahit, dengan beberapa karyawan.
Punya Keunggulan Tersendiri
Dalam ruangan berukuran sekitar 2 x 5 m inilah usaha Busana Indah Bordir dibuat. Bordir lebih mengkhususkan dibidang garmen. Produk yang dihasilkan berupa baju-baju dengan bordir yang khas.
Konsumen akan dapat langsung melihat keunikan motif bordir yang menempel pada baju-baju yang dihasilkan dari Busana Indah Bordir . Motifnya yang klasik hampir seperti motif batik tulis menjadi keunggulan Busana Indah Bordir untuk bersaing dengan kompetitor yang lain.
Busana Indah Bordir memang belum lama beralih ke motif klasik ini, namun demi memenuhi keinginan pasar yang terus berkembang pilihan untuk menemukan satu inovasi yang baru harus terus berkembang.
“Inovasi untuk desain itu harus selalu berjalan bahkan berlari mbak,” ungkap Moch. Anwar. Bahan baku pokok untuk usahanya ini dibelinya dari satu pabrik di Jogja dan Surabaya sedangkan bahan kombinasi hanya dibelinya dipasar terdekat.
Produk dari Busana Indah Bordir sangatlah terjangkau, rata rata berkisar antara 80 ribu rupiah. Saat ini Anwar mengakui sedang kekurangan sumber daya manusia yang terampil, namun usahanya tetap berjalan seperti biasanya.
Prospek Pasar.
Pecinta Busana Indah Bordir memang barulah domestik saja, selain memenuhi pasar Probolinggo kebanyakan produknya lari ke Lumajang, Pasuruan dan ada beberapa diantaranya ke Surabaya, bahkan Jember. Busana Indah Bordir bekerja memang bedasarkan dari pesanan yang ada selain menyediakan stok untuk gerai kecil didalam rumah Pak Anwar sendiri.
Karena memang sudah sangat lama usaha dibidang ini Busana Indah Bordir mempunyai banyak kolega yang biasa memesan produknya untuk dipasarkan, walaupun diakui bapak yang selalu murah senyum ini sangatlah banyak usaha yang bergerak dibidang yang sama dengan yang dilakoninya tersebut.
Omzet penjualan bisa mencapai 10 juta rupiah dalam sebulan. Untuk para karyawannya, Pak Anwar memberi upah sesuai dengan bagian kerja yang mereka lakukan yakni antara 15.000 sampai 25.000 per harinya dan jika banyak pesanan sistem upah borongan.
Jenis produk bordir bermacam-macam satu diantaranya adalah pakaian. Permintaan produk bordir berupa pakaian senantiasa mengalami peningkatan terutama menjelang perayaan hari besar umat Islam yaitu pada Idul Fitri dan Idul Adha.
Permintaan produk bordir lainnya relatif stabil tidak terlalu terpengaruh dengan hari-hari besar Islam. Produk-produk dimaksud seperti louper, bedcover, penunjang alat makan dan lain-lain. Sebagian besar produk bordir ditujukan untuk memenuhi permintaan konsumen luar negeri, hanya 40% produksi bordir yang ditujukan untuk konsumen dalam negeri.
Tahap Perkerjaan Kerajinan Bordir
Tahap pekerjaan secara garis besar dibagi menjadi 10 macam :
1.Menyediakan dan menyiapkan alat-alat yang diperlukan.
2.Menyiapkan dan membuat desain motif.
3. Memindah atau menjiplak desain motif pada kain yang hendak dibordir.
4. Memasang kain yang sudah diberi motif pada ring.
5. Memilih, menentukan dan memasang benang bordir pada mesin bordir.
6. Menyiapkan, memeriksa dan menggerakkan mesin bordir yang hendak kita pakai.
7.Membuat bordiran sesuai dengan motif pada kain.
8. Membuat krawang dengan alat solder apabila krawang tidak dibuat langsung dengan mesin bordir.
9. Membersihkan sisa-sisa benang bordir yang melekat dibalik permukaan kain yang sudah dibordir.
10. Menyetrika hasil bordiran agar kelihatan bagus
10.19 |
Posted in
bordir,
Profile,
profile UKM
|
Read More »

Industri tekstil kita memang bermuka dua. Di satu muka katanya ekspor tekstil dan pakaian jadi meningkat, dilain sisi pasar dalam negeri dibanjiri tekstil dan pakaian dari Cina. Tidak ketinggalan juga pakaian bekas dari negara-negara tetangga, bak tsunami membanjiri pasar tradisional dan trotoar jalan. Ekspor yang terus meningkat dinikmati oleh industri besar. Pasar dalam negeri yang makin mengecil membuat industri kecil tekstil dan pakaian jadi kelimpungan. Tempat penjualan merekapun dipasar-pasar grosir dan eceran tradisional mulai digeser dan digusur dengan alasan peremajaan dan modernisasi.
Walaupun tekstil dan pakaian jadi untuk golongan rendah cukup murah, tapi karena penghasilan yang berkurang dan pengangguran yang terus bertambah, tetap masih tidak terjangkau, Keadaan perekonomian yang demikian juga dimanfaatkan oleh para entrepreneur kecil, atau wirausaha kecil untuk mengembangkan bisnis pakaian jadi.
dan mereka tidak mampu membelinya. Pakaian jadi lokal dari Jorongan ini sebagai alternatif pilihan untuk dibeli.
Sebut saja Mas Bejo namanya, asal Desa Jorongan , sudah empat tahun ini menekuni bisnis pakaian jadi. Sejak krisis ekonomi tahun 1998, Mas Bejo sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap, tapi lumayan masih bisa membiayai kehidupan keluarganya dari pekerjaan serabutan. Ia mulai usahanya dirumah ukuran 14 X 14 meter dengan bermodal mesin jahit bekas, berlokasi di daerah pemukiman padat penduduk. Mas Bedjo masih harus merogoh keoceknya sebesar 3 juta rupiah untuk membeli berbagai peralatan untuk pekerjaan mekanik maupun listrik.
Pada awalnya pekerjaan cukup banyak, tetapi sekarang agak berkurang, sehingga ia mulai membeli di produksi baju khusu pria dengan warna kota-kotak dihargai Rp. 40.000,- - Rp. 50.000
baju dijual secara eceran maupun partai, model pemasaran dipasok kepasar-pasar local di Kabupaten Probolinggo
Tapi sekarang ini lebih mudah menjual melalui salesman yang menjual dari pintu ke pintu.
Usaha baju Mas Bedjo menghasilkan pendapatan kotor antara 2 sampai 2,5 juta rupiah setiap bulan, sehingga penghasilan bersihnya bisa mencapai 1 juta rupiah. Usaha semacam ini banyak kita temui disekitar Probolinggo . Sudah saatnya bagi Pemerintah memikirkan Mas Bejo-Mas Bejo ini agar dapat meningkatkan produktivitasnya.
00.33 |
Posted in
bordir,
Profile,
UKM
|
Read More »

Industri tekstil kita memang bermuka dua. Di satu muka katanya ekspor tekstil dan pakaian jadi meningkat, dilain sisi pasar dalam negeri dibanjiri tekstil dan pakaian dari Cina. Tidak ketinggalan juga pakaian bekas dari negara-negara tetangga, bak tsunami membanjiri pasar tradisional dan trotoar jalan. Ekspor yang terus meningkat dinikmati oleh industri besar. Pasar dalam negeri yang makin mengecil membuat industri kecil tekstil dan pakaian jadi kelimpungan. Tempat penjualan merekapun dipasar-pasar grosir dan eceran tradisional mulai digeser dan digusur dengan alasan peremajaan dan modernisasi.
Walaupun tekstil dan pakaian jadi untuk golongan rendah cukup murah, tapi karena penghasilan yang berkurang dan pengangguran yang terus bertambah, tetap masih tidak terjangkau, Keadaan perekonomian yang demikian juga dimanfaatkan oleh para entrepreneur kecil, atau wirausaha kecil untuk mengembangkan bisnis pakaian jadi.
dan mereka tidak mampu membelinya. Pakaian jadi lokal dari Jorongan ini sebagai alternatif pilihan untuk dibeli.
Sebut saja Mas Bejo namanya, asal Desa Jorongan , sudah empat tahun ini menekuni bisnis pakaian jadi. Sejak krisis ekonomi tahun 1998, Mas Bejo sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap, tapi lumayan masih bisa membiayai kehidupan keluarganya dari pekerjaan serabutan. Ia mulai usahanya dirumah ukuran 14 X 14 meter dengan bermodal mesin jahit bekas, berlokasi di daerah pemukiman padat penduduk. Mas Bedjo masih harus merogoh keoceknya sebesar 3 juta rupiah untuk membeli berbagai peralatan untuk pekerjaan mekanik maupun listrik.
Pada awalnya pekerjaan cukup banyak, tetapi sekarang agak berkurang, sehingga ia mulai membeli di produksi baju khusu pria dengan warna kota-kotak dihargai Rp. 40.000,- - Rp. 50.000
baju dijual secara eceran maupun partai, model pemasaran dipasok kepasar-pasar local di Kabupaten Probolinggo
Tapi sekarang ini lebih mudah menjual melalui salesman yang menjual dari pintu ke pintu.
Usaha baju Mas Bedjo menghasilkan pendapatan kotor antara 2 sampai 2,5 juta rupiah setiap bulan, sehingga penghasilan bersihnya bisa mencapai 1 juta rupiah. Usaha semacam ini banyak kita temui disekitar Probolinggo . Sudah saatnya bagi Pemerintah memikirkan Mas Bejo-Mas Bejo ini agar dapat meningkatkan produktivitasnya.
00.33 |
Posted in
bordir,
Profile
|
Read More »